Tampilkan postingan dengan label Pontianak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pontianak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Januari 2013

Uniknya Perayaan Cap Go Meh di Singkawang



Perayaan Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat, selalu punya dimensi lain, betapa mulusnya akulturasi antara budaya Tionghoa, Dayak, dan kultur lokal lain di Kalimantan. Cap Go Meh atau hari ke-15 tahun baru Imlek awal Februari lalu selalu menyisakan kisah unik dan gebyar sebuah perayaan yang penuh gegap gempita. Seluruh masyarakat Kota Singkawang, Kalimantan Barat, dan sekitarnya, seakan tumpah menjadi satu.

Bagi yang tak pernah ke Singkawang, mereka acap kali kaget dan keheranan. Puluhan orang Tionghoa, terdiri dari anak, remaja dan dewasa, berjejal dalam mobil bak terbuka. Datang dari berbagai penjuru daerah, menuju pusat Kota Singkawang. Gambaran umum Tionghoa yang identik dengan pengusaha dan kaya, tak sepenuhnya berlaku di Singkawang.

Wisatawan dari dalam dan luar negeri selalu datang ke Kota Singkawang pada perayaan Cap Go Meh. Cap Go Meh adalah potret nyata beragamnya Indonesia. Dulunya, perayaan itu pernah dikekang. Kini, dapat ditampilkan kepada publik secara bebas dan alami. Dengan demikian, semangat persatuan dalam keberagaman mewujud dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu sekaligus mematahkan stigma kekerasan antarkelompok yang kerap terjadi. Padahal, sejatinya hanya melibatkan segelintir orang yang tak mau menerima perbedaan.

Cap Go Meh merupakan akulturasi nyata budaya Tionghoa, Dayak, serta kebudayaan lokal di Kalimantan lainnya. Keunikan dan kelokalannya dapat membuat perbedaan dari yang konvensional festival itu sehingga memiliki nilai jual dan mampu menarik orang untuk datang. Turis asing datang secara rombongan dalam kelompok wisata. Biasanya, dari Kuching, Sarawak, Malaysia. Kondisi ini pula yang membuat hotel dan penginapan selalu penuh saat perayaan Cap Go Meh.

Cap Go Meh biasanya ditandai dengan arak-arakan naga, kilin, barongsai, dan para Tatung berkeliling kota. Tatung adalah orang yang menyediakan dirinya untuk dimasuki oleh salah satu dewa yang dikenal oleh masyarakat Tionghoa. Cap Go Meh dipercaya sudah dilaksanakan turun temurun sejak 200 tahun yang lalu. Para tatung berasal dari berbagai sinmiau (klenteng) yang tersebar di seluruh pelosok kota Singkawang, Sambas, Pemangkat, dan kota-kota atau desa-desa di sekitarnya. Pagi hari di hari ke 15 ini, para Tatung akan berkumpul untuk melakukan sembahyang kepada Langit di altar yang sudah disiapkan. Perjalanan para Tatung ditandu dengan menggunakan tandu yang beralaskan pedang tajam atau paku tajam, sambil memamerkan kekebalan tubuhnya. Ada juga yang naik tangga pedang, biasanya terdiri dari 36 atau 72 pundak/tangga. Semakin bisa naik ke atas maka artinya semakin kuat juga ilmu Tatung tersebut.

Berminat untuk mengikuti acara Cap Go Meh tahun ini? Sulit mendapatkan penginapan yang nyaman di Singkawang? Menginap di Gardenia Resort and Spa Pontianak dan ikuti setiap acara Cap Go Meh nya.

Informasi / Reservasi:
Gardenia Resort and Spa
Jalan Ahmad Yani 2 Pontianak, Kalimantan Barat
Tel.: 0561 6726446 / 7066446
Email: info@gardeniaresortandspa.com




Senin, 14 Januari 2013

Nutrisi Sehat bagi Buah Hati Tercinta



Susu atau teh sering disajikan sebagai minuman untuk menu sarapan si kecil. Sekali-kali gantilah dengan jus buah atau smoothie yang lembut manis. Nutrisi yang terserap dari menu sarapannya akan membantu konsentrasi saat belajar.
Menentukan jenis menu sarapan anak sangat penting. Karena akan mempengaruhi konsentrasi saat belajar di sekolah. Salah-salah memberikan jenis menunya bisa membuat si kecil lemas dan cepat lelah. Berikut empat menu sarapan bernutrisi rekomendasi weightlossresources agar si kecil tetap bugar saat di sekolah.

Pertama, Jus Buah. Jus buah murni tidak hanya memberikan vitamin tambahan namun juga memberikan tambahan konsumsi air untuk mencegah dehidrasi. Sebaiknya hindari pemberian tambahan gula agar nutrisinya terserap baik.

Kedua, buah segar. Tak ada salahnya berikan potongan buah segar dalam campuran serealnya. Kalau bosan bisa diganti dengan buah kering seperti kismis. Tambahan menu buah dapat memberikan tambahan energi untuk aktifitasnya.

Ketiga, gandum. Kandungan protein dalam gandum, dapat membantu meningkatkan daya ingat saat belajar. Anda bisa buatkan menu sandwich dengan tambahan sayuran segar agar kebutuhan seratnya terpenuhi.
Keempat, Smoothie buah. Minuman kaya serat ini sangat baik untuk pencernaanya. Akan semakin lengkap rasanya jika ditambahkan susu skim atau yogurt rendah lemak.


Minggu, 13 Januari 2013

Tips Memasak Steak dengan 5 Tingkat Kematangan Berbeda

Dalam memasak steak ternyata tidak sekedar memasak daging biasa, tetapi ada hal-hal yang perlu diperhatikan. salah satu yang perlu diperhatikan adalah tingkat kematangan daging steak tersebut. Ada 5 jenis tingkat kematangan steak, yaitu:
* Very Rare
Tingkat ini berarti menunjukkan bahwa kondisi daging masih mentah. Bagian luarnya berubah warna menjadi merah muda, tapi bagian dalam daging masih berwarna merah dan berdarah dengan kesegaran khas daging. Suhu daging ketika selesai dimasak sekitar 60 derajat Celcius.
* Rare
Pada tingkat ini tingkat kematangan daging hampir sama dengan rare, hangat dan kecoklatan tapi bagian dalam dagingnya masih mentah dan berdarah.
* Medium
Steak medium adalah cara memasak antara rare dan medium well done. Bagian luar berwarna kecoklatan, namun bagian tengah daging masih bersemu merah. Suhu daging ketika selesai dimasak sekitar 70 derajat Celcius.
* Medium Well Done
Pada tingkat ini kematangannya hampir sama dengan tingkat medium, tapi bagian tengah daging sudah berwarna merah muda hampir matang.
* Well Done
Steak dipanggang hingga matang sempurna. Warnanya coklat merata di seluruh bagian daging. Tekstur daging akan lebih keras karena kandungan air dalam daging lebih banyak menguap. Suhu daging ketika selesai dimasak sekitar 80 derajat Celcius.

Setiap hari Minggu Malam, Gardenia Resort and Spa mempersembahkan Garden Steak Night, All You Can Eat Steak di Papyrus Restaurant. Dari menunya sendiri, Gardenia menawarkan berbagai menu steak all you can eat yang rasanya sayang untuk dilewatkan. Salah satu yang menarik dan belum ada di Restoran lain di Pontianak adalah pengunjung bisa memesan sendiri tipe steak yang diinginkan lalu dimasak dengan tingkat kematangan sesuai selera. Tak hanya itu, Gardenia juga menyajikan berbagai macam pilihan saus dengan berbagai variasinya yaitu Black Pepper, BBQ dan Mushroom Sauce. Hanya 138 ribu / nett, anda dapat makan sepuasnya alias all you can eat. Menyantap sampai puluhan kalipun. Anda cukup membayar dengan harga tersebut, bias makan sepuasnya dan menyenangkan. Anda dapat memilih berbagai steak, seperti steak dari daging sapi, ayam, dan ikan. Rata-rata daging yang disuguhkan beratnya sekitar 130 gram. 


Gardenia Resort and Spa Pontianak
Jalan Ahmad Yani 2 Pontianak (Samping Kantor Bupati Kubu Raya)
Tel.: 0561 6726446 / 7066446
Email: info@gardeniaresortandspa.com
Facebook: Gardenia Pontianak Kalbar II   Twitter: @gardeniaresort
Foursquare: Gardenia Resort and Spa (Official)
www.gardeniaresortandspa.com

Senin, 07 Januari 2013

Berburu Oleh-oleh di Kota Pontianak



Jika Anda berkunjung ke Pontianak untuk tujuan bisnis ataupun liburan, pasti Anda tidak akan lupa membeli oleh-oleh khas kota Pontianak untuk keluarga di rumah. Kali ini Gardenia Resort and Spa Pontianak akan memberikan review beberapa oleh-oleh khas kota Pontianak.

Di kota Pontianak Anda bisa membeli oleh-oleh berupa makanan atau jajanan tradisional yang dijajakan disekitar Stadion PSP yang berada di samping Gereja Katedral Pontianak. Berderet toko souvenir dan oleh-oleh khas Pontianak akan dengan mudah ditemui di sepanjang jalan ini. Beberapa oleh-oleh khas Pontianak yang wajib untuk dibawa pulang antara lain: minuman lidah buaya, lempol durian, stik talas, amplang dan dodol buah. Minuman lidah buaya merupakan salah satu oleh-oleh khas Pontianak, dimana tanaman lidah buaya dapat tumbuh dengan sangat subur di kota ini, dengan besar daun lidah buaya dapat mencapai seukuran tangan orang dewasa.

Setelah Anda membeli oleh-oleh khas Pontianak di salah satu toko tersebut, penjual akan membungkus dengan rapi semua oleh-oleh Anda ke dalam satu kotak kardus dan kemudian akan dibungkus dengan plastik yang sangat rapi. Tujuannya agar jika kardus tersebut terkena hujan selama di perjalanan, air hujan tidak masuk ke dalam kardus tersebut. Bagi Anda yang menginap di Gardenia Resort and Spa selama berada di kota Pontianak, pusat oleh-oleh ini dapat Anda kunjungi dengan jarak tempuh kurang lebih 20 menit berkendara.

Informasi:
Gardenia Resort and Spa
Jalan. Ahmad Yani 2 Pontianak, Kalimantan Barat
Tel.: 0561 6726446 / 7066446
Email: info@gardeniaresortandspa.com

Minggu, 06 Januari 2013

Pontianak, Kota Seribu Warung Kopi




Kota Pontianak saat ini memiliki ikon baru, yaitu Kota Seribu Warung Kopi. Sejak jaman kemerdekaan, warung kopi dengan penyajian khas yang mengedepankan menu kopi khas Kalimantan Barat ini diminati banyak pihak, tua muda, kalangan eksekutif, hingga anak sekolahan.

Banyak warung kopi di Kota Pontianak yang menjadi andalan para penikmat kopi di kota ini. Selain cita rasa biji kopi yang sangat spesial, diyakini suasana merakyat warung kopi di area toko dengan berbagai macam ukuran tersebut dianggap cukup membuat masyarakat nyaman untuk melakukan kegiatan sehari-hari, baik bertemu rekan bisnis, teman, sahabat, atau hanya sekadar nongkrong khas masyarakat Kota Pontianak.

Dari semua warung kopi yang ada di Pontianak, Anda harus mencoba Warung Kopi Asiang yang memang benar-benar enak dan tampil beda. Asiang adalah nama pemilik kedai kopi di jalan Merapi Pontianak. Usianya kini lebih dari 60 tahun dan dikaruniai dua putra dari satu istri. Ia adalah turunan kedua pengelola warung kopi yang paling terkenal di Pontianak, Kalimantan Barat. Ia adalah turunan kedua setelah ayahnya menyerahkan tongkat estafet pengelolaan kedai tersebut sejak tiga dekade terakhir.

Warung dan kopi Asiang memang tampil beda. Beberapa hal yang membedakan kopi Asiang yang memiliki nama alias “Yohanes Fendi” ini  antara lain adalah :
  1. Warung kopi ini hanya buka dari jam 03.00 pagi sampai pukul 13.00 siang saja. Setelah itu, jangan harap Asiang mau melayani tamunya meskipun mengemis dengan berbagai alasan.
  2. Selama menjalankan tugasnya sebagai penjual kopi Asiang tidak pernah menggunakan baju sama sekali meskipun ia menggunakan celana pendek (boxer).
  3. Asiang meracik sendiri kopinya sampai menjadi bubuk kopi melalui resep sendiri yang tidak disebutkan apa rahasia resepnya.
  4. Asiang menggunakan gelas atau cawan yang terbuat dari tanah liat dan dipesan khusus ke salah satu pabrik gelas di Johor, Malaysia. Gelas unik bermotif aksara dan bercorak gaya China itu bentuknya menarik, selain kuat dan tebal juga memiliki tekstur seni dari China.
  5. Warung kopi ini tidak menyediakan jaringan internet (wifi) untuk pengunjungnya sehingga kita tidak akan menemukan pengunjung yang membuka laptop atau apapun yang berkaitan dengan kebutuhan terhadap internet.
Warung kopi ini telah buka dari tahun 1958. Selama 54 tahun berkecimpung dalam bisnis ini Asiang mampu menahan gempuran pesaing di berbagai kedai atau warung yang banyak tersebar di sekitar lokasi warung Asiang. Resepnya adalah :
  • Citarasa kopi yang memang mampu membedakannya dengan di warung lainnya.
  • Layanan ramah dan bersahabat istri dan Asiang sendiri terhadap tamu-tamunya, Mereka tetap memberi senyuman dan memberi jawaban apapun yang ingin mengetahui sejarah dan latar belakang warug kopi ini, kecuali satu hal : resep atau bumbu apa yang mereka gunakan.
  • Ciri khas Asiang yang tak lazim dan mungkin tak masuk dalam etika bisnis manapun di atas muka bumi tentang layanan terhadap pelanggan dengan tidak memakai baju sehingga -maaf- terlihat ketiak Asiang pun terlihat saat mengangkat tinggi-tinggi satu ceret ke tempat saringannya berulang-ulang. Tak pernah ada yang menilai hal itu sesuatu yang tabu dan menilai kurang sedap  tentang hal ini.
Akibatnya tak heran, berbagai media cetak dan elektronik telah mewawancarai Asiang baik dalam dan luar negeri. Media besar nasional seperti Kompas dan Suara Pembaharuan dan Jawa Pos telah berulang kali menayangkan berita tentang keunikan dan kehebatan sang maestro kopi dari Pontianak ini.

Ingin mencoba menikmati Kopi Asiang yang melegenda di Pontianak? Jangan lupa untuk menginap juga di Gardenia Resort and Spa Pontianak, satu-satunya hotel berkonsep Resort yang mewah dan asri di Pontianak. Hanya berjarak 5 menit dari arah Bandara Supadio Pontianak ke arah kota. Lokasi yang sangat strategis untuk berlibur bersama keluarga di Pontianak.

Informasi:
Gardenia Resort and Spa Pontianak
Jalan. Ahmad Yani 2 Pontianak (samping Kantor Bupati Kubu Raya)
Tel.: 0561 6726446 / 7066446    Fax.: 0561 6726436
Email: info@gardeniaresortandspa.com


Senin, 10 Desember 2012

Legitnya Durian Pontianak







Durian adalah salah satu buah khas Kalimantan Barat. Di Kota Pontianak, durian banyak ditemukan di di pinggir-pinggir jalan. Pusat penjualan durian antara lain di Jalan Teuku Umar, Jalan Sungai Raya Dalam, Jalan. M. Yamin, dan masih banyak lainnya.

Para pedagang biasanya mengantung durian-durian yang mereka jual. Durian Pontianak mempunyai wangi menusuk namun khas. Konon karena durian-durian ini dari hutan dan matang di pohon. Untuk merasakan durian Pontianak tak perlu uang banyak. Cukup uang goceng alias Rp 5.000.

Anda harus tahu bagaimana memilih durian matang. Kalau salah pilih, bisa mendapatkan durian yang mentah atau rasanya tidak manis. Untuk urusan ini lebih baik percayakan pada ahlinya yakni sang pedagang. Meski penjual banyak berjejer, mereka punya pelanggan masing-masing.

Tak usah khawatir Anda akan mendapati durian yang terlampau matang. Bila durian belum laku dan sudah kematangan, maka akan segera diolah menjadi lempok alias dodol durian. Bisa juga dibuat tampoyak, campuran durian yang diolah dengan udang, lauk makan nasi ala Pontianak.

Durian Pontianak tak kenal musim. Ada sepanjang tahun karena setiap kabupaten menghasilkan duren hutan yang waktu panennya berbeda. Seperti Kabupaten Ketapang, Sanggau, Balai Karagan, dan Kabupaten Anjungan. Dan etalasenya ada di Jalan Teuku Umar Pontianak.